Jumat, 23 Agustus 2019

KEMBALIKAN KARAKTER BANGSA YANG UTUH DALAM MODERNISASI GLOBAL

Seiring bergulirnya waktu yang tidak pernah bisa menunggu ataupun berhenti walau sejenak, dengan perlahan tapi pasti terus menggelinding maju ,menggerus semua yang tak bergerak dan terus berpacu dengan yang sanggup untuk maju dan ingin maju dengan tak peduli siap ataupun tidak siap. manakala tidak ingin tergerus waktu dan tetap eksis serta masih dapat melihat dunia esok pagi harus terus bergerak walau cuma merangkak.

Selanjutnya kalau kita memperhatikan berbagai tayangan berita akhir-akhir ini, baik berita melalui media cetak, media elektronik, media online maupun media sosial, terasa sangat miris dan membuat kita terperangah dengan berjuta pertanyaan yang tak terjawab. Seakan bangsa ini kehilangan jati diri, karakter bangsa ini telah berubah, bukan hanya bergeser. Berubah dari perilaku yang santun menjadi perilaku yang penting aku dapat, aku menang, aku berhasil terserah orang lain suka atau tidak suka, nyaman atau tidak nyaman, yang penting gue, sehingga kadang sering kali menghalalkan segala cara untuk mencapai keinginan bukan kebutuhan.

Bangsa Indonesia yang terkenal dengan keanekaragaman suku dan budaya menjadi ciri khas dan daya tarik  tersendiri.  Namun demikian apabila kita simak, terlepas dari suku apapun yang ada, budayanya sangat menjungjung tinggi harkat dan martabatnya selaku manusia, baik selaku pribadi dan sosial. Di samping itu bangsa ini sangat terkenal dengan adat dan budaya ketimurannya yang melekat yang menjadi ciri khas, baik dalam berbicara, berperilaku, berbudaya bahkan sebagian kecil mewarnai sistem pemerintahan.
Kini keanekaragaman seolah menjadi bahan perbedaan menjadi ajang perdebatan yang akan berujung dengan ketidakpastian.

Timbul pertanyaan yang sangat mengganggu, 

  • KEMANAKAH BUDAYA BANGSA YANG SANTUN ????????
  • ADAKAH YANG SALAH DENGAN KARAKTEER BANGSA INI ????????
  • SIAPAKAH YANG SALAH ??????
  • APA YANG SALAH DENGAN SISTEM KENEGARAAN ???????

Sebenarnya berjuta pertanyaan selalu mengganggu kita pada saat kita rindu kedamaian, keamanan dan kesejahteraan yang pernah kita nikmati.

Pertanyaan-pertanyaan di atas perlu kiranya untuk kita cari jawabannya, dan saya mencoba memberikan pemikiran berkenaan hal itu.

  • KEMANAKAH BUDAYA BANGSA YANG SANTUN ????????
Budaya yang santun saat ini hampir tergerus perubahan, padahal seharus budaya santun menjadi pegangan pada saat kemajuan dan perkembangan ke arah kemajuan menjadi kaharusan.
Budaya santun ini mejnadi penting, karena hal itulah yang akan menjadi perekat keutuhan bermasyarakat, berbangsa dab bernegara, namun ternyata budaya santun tidak bisa kita paksakan pada satu generasi yang sedang berubah dalam gema kebebasan, perlu pendekatan yang lebih jauh menuju ke akar.
untuk menuju ke akar permasalahan diperlukan waktu yang cukup lama, namun hal itu harus dan perlu dilakukan agar "KESANTUNAN" dapat kembali menjadi karakter masyarakat dan bangsa ini.
Untuk menuju hal itu diperlukan kewenangan yang sangat kuat dan menyeluruh, serta kebijakan yang utuh dari pemerintah selaku pemegang kewenangan hal itu.
Pemikiran saya, cara mengambalikan budaya bangsa yang "SANTUN" adalah melalui sistem pendidikan yang dikelola secara arif, dengan berbagai cara, yaitu :

  • Membentuk Tim penyusun Silabus pendidikan
keberadaan Tim penyusun Silabus Pendidikan menjadi posisi yang sangat penting dan menentukan, karena hal itu menjadi penentu ke arah mana pendidikan akan di bawa, dan hasil seperti apa yang diinginkan. sehingga di dalam menentukan Tim Penyusun Silabus inipun perlu dikaji, siapa yang pantas duduk di dalam Tim ini. 
Hal lain yang perlu diperhatikan di dalam menentukan Silabus Pendidikan Dasar adalah, keragaman budaya dan agama yang mewarnai karakter bangsa. sehingga hasil Silabus dapat diterima oleh seluruh kelompok. baik kelompok kesukuan, agama dan budaya lokal. Dengan kata lain penentuan orang yang terlibat di dalam Tim harus dapat menggambarkan budaya bangsa, sehingga harus melibatkan berbagai kalangan yang cukup pantas dan ahli dari berbagai lapisan.
1. Ahli di dalam bidang pendidikan
2. ahli dalam bidang pembentukan karakter
3. Para Tokoh semua agama yang ada di Indonesia
4. Tokoh Kebangsaan 
5. Tokoh Sejarah, agar sejarah bangsa tidak salah

sehingga dengan Tim yang cukup lengkap dari berbagai bidang diharapkan akan terbentuk SIlabus pendidikan yang lengkap dengan titik berat pada pembentukan karakter bangsa yang santun berjiwa Indonesia.
sebab pendidikan dasar lebih menitik beratkan pada pembentukan karakter, sedangkan pemndidikan menengah ke atas untuk pembentukan keahlian.
  • Menambahkan pendidikan karakter
sebagaimana disebutkan di atas, bahwa pendidikan dasar menitik beratkan pada pendidikan karakter, sehingga diharapkan akan tumbuh dan tertanam di dalam jiwa setiap pelajar jiwa kebangsaan dan nasionalis yang tinggi serta karakter asli bangsa Indonesia yang penuh dengan kesantunan dan jiwa kebersamaan serta toleransi.
sehingga pendidikan karakter bangsa yang santun harus masuk ke dalam SIlabus Pendidikan dasar. Hal itu dapat menjadi pengamalan dari Pancasila, dan kita tidak boleh alergi terhadap 45 Butir pengamalan dari 5 sila Pancasila, bahkan harus dikembangkan menjadi ciri bangsa yang tertanam sejak dini dalam jiwa setiap bangsa Insonesia.
  • menambahkan muatan kearifan lokal dalam materi pendidikan dasar
Selian hal-hala itu, tidak menutup kemungkinan untuk dimasukan pula muatan lokal di dalam SIlabus, yang diberikan kewenangan kepada daerah masing-masing untuk memasukan kearifan lokal menjadi salah satu materi pembelajaran di sekolah.



  • ADAKAH YANG SALAH DENGAN KARAKTEER BANGSA INI ????????

Kondisi saat ini, karakter bangsa sedang tergerus eforia kebebasan, yang tidak terukur. Hal inilah yang perlu untuk segera dikembalikan ke keadaan semula. Karakter Generasi saat ini terbentuk dengan eforia globalisasi, ditambah dengan berkembang pesatnya dunia internet, namun karena beberapa waktu yang lalu silabus pendidikan juga kurang mendukung tumbuhnya karakter bangsa, sehingga hal itu seolah terlepas dan menggerus ciri karakter kebangsaan dengan jiwa yang santun. karena yang diliat di dalam Intrernet dan tontonan televisi sebagian besar adalah dunia yang keras serta tontonan yang glamor.  sehingga karena di dalam silabus pendidikan Indonesia tidak adanya pendidikan karakter yang di jadikan materi pembelajaran sehingga tidak tertanam di dalam jiwa anak didik sebagai bangsa yang santun. 
untuk itu perlu adanya aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah berkenaan dengan konten internet yang bolah dan hanya dapat di akses anak dengan usia pendidikan dasar. Selain itu perlu kiranya siaran televisi adanya siaran khusus tentang pendidikan karakter dan kebangsaan yang disiarkan pada sore dan senja hari, dengan harapan dapat memupuk tumbuhnya rasa kebangsaan dan karakter bangsa yang santun sebagai ciri khas bangsa Indonesia.



  • SIAPAKAH YANG SALAH ??????
Tergerusnya Karakter bangsa yang santun, Siapa yang salah  ?
mengenai hal itu, kita tidak bisa menyalahkan orang lain, karena hal itu tanggung jawab kita bersama, jadi kita semua yang salah, membiarkan hal itu terjadi. Untuk itulah saat ini perlu kita perbaiki bersama-sama agar generasi yang akan datang kembali ke dalam Karakter bangsa, sehingga bangsa ini memilik ciri khas yang santun dan tumbuhnya rasa bangga sebagai bangsa Indonesia. Tentunya Tanggungjawab yang lebih besar akan hal itu berada pada pemerintah untuk mementukan arah pendidikan bangsa ini. Peran orang tua juga tidak kalah penting, karena pendidikan yang pertama berada pada keluarga. sehingga para orang tua juga turut bertanggungjawab membentuk karakter anaknya masing-masing, dengan tidak terfokus pada hubungan via gadget, cukukp WA atau konten lainnya, sedangkan yang lebih penting adalah pertemuan dan komunikasi secara verbal dengan anak pada saat tatap muka di lingkungan keluarga.




  • APA YANG SALAH DENGAN SISTEM KENEGARAAN ???????
Sebagai disampaikan di atas, bahwa tergerusnya karakter bangsa yang santun sebagai ciri khas bangsa Indonesia adalah tanggungjawab kita bersama, baik orang tua, lembaga pendidikan, pemerintah atau lembaga lainnya, dan hal itu tidak terlepas dari sistem ketatanegaraan Negara Republik Indonesia yang perlu juga di banahi.
Sistem ketatanegaraan tidak terlepas dari salah satunya sistem politik yang sedang terjadi saat ini. Sistem Politik yang sedang terjadi saat ini adalah politik yang Instant. Sehingga seolah ada jalan pintas untuk menjadi pemimpin asal dapat berpolitik. Sedangkan rekrutmen anggota politik tidak melalui penjenjangan yang jelas, sehingga siapapun dapat menjadi pemimpin secara Instan asal didukung oleh partai politik. Untuk itulah perlu adanya perubahan sistem ketatanegaraan agar pemimpin masa depan terbentuk secara diri dengan karakter yang kuat serta penjangan yang jelas, Sehingga akan terbentuk pemimpin pada setian tingjkatan yang berkarakter, berwawasan yang cukup mumpuni dalam bidangnya dan memilik rasa kebangsaan yang utuh.

Semoga pemikiran ini menjadi renungan kita semua, agar Karakter Bangsa Indonesia yang Santun diera Globalisasi kembali menjadi ciri khas yang tumbuh di dalam jiwa setiap bangsa Indonesia. 
Terima kasih